Setelah lama tidak muncul, akhirnya saya muncul lagi. Sudah kaya apa ini blog jarang ke urus. Belum ada update postingan baru, komentar temen-temen juga banyak yang belum dibalas. Mohon maaf ya...
Belakangan memang saya lumayan sibuk, kali ini karena saya sudah mulai bekerja. Alhamdulillah tidak lama setelah dinyatakan lulus, sudah diterima bekerja di salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia walau belum wisuda waktu itu.
Sekarang saya mulai menikmati bekerja disini. Seperti postingan saya sebelumnya, saya menjadi petugas IT. Tapi ternyata pekerjaan saya tidak hanya mengurusi masalah IT di kantor, juga masalah laporan, pembukuan, logistik dan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan IT.
Meskipun harus pulang malam tiap hari, tapi cukup menyenangkan di dunia yang baru ini. Semoga saya bisa betah bekerja disini dan bisa meningkatkan karir saya.
Dunia Baru, Dunia yang Sebenarnya
Ciri orang yang sedang berbohong
Ucapan
Studi menunjukkan orang yang berbohong mengubah cara mereka berbicara dan pilihan kata-kata mereka. Para pembohong biasanya menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti.
Mereka jarang menggunakan kata ganti orang pertama dan lebih banyak menggunakan kata ganti orang ketiga. Sebuah studi pada 2003 oleh peneliti di Universitas Texas menyimpulkan selain mengurangi kalimat orang pertama (Saya, Aku), mereka juga menggunakan kata-kata yang berefek negatif.
Para pembohong juga biasanya lebih lama merespon pertanyaan dari lawan bicara agar memberikan jeda untuk memikirkan jawaban yang masuk akal bagi kebohongannya.
Intonasi
Seorang yang sering berbohong biasanya akan meninggikan suara saat sedang menceritakan kebohongan.
Bisa juga mendeteksi apakah seseorang berbohong melalui bahasa tubuh walaupun tidak semuanya benar. Biasanya, orang yang berbohong akan melindungi tubuhnya karena tidak ingin orang lain mengetahui hal yang ada dalam pikirannya.
1. Posisi tubuh dapat menjadi bukti yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong, karena disadari ataupun tidak disadari ada hubungan yang kuat antara pikiran dan ekspresi.
2. Nafas yang tiba-tiba. Dalam setiap kebohongan, detak jantung akan meningkat dan nafas akan menjadi dangkal/cepat. Biasanya pembohong akan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya. Cara ini juga yang diterapkan oleh mesin pendeteksi kebohongan, yaitu dengan mengukur detak jantung orang yang sedang diinterogasi/diwawancara.
3. Kegelisahan di bagian-bagian tubuh. Hal ini dapat terlihat dengan berbagai cara, tergantung dari orangnya. Gerakan yang gugup akan menarik perhatian kita terutama dapat kita rasakan ketika kita berbicara dengan seseorang yang kita kenal dan orang tersebut melakukan gerakan yang tidak seperti biasanya. Berikut adalah contoh kegelisahan di bagian-bagian tubuh :
- Gerakan tubuh yang maju-mundur, apakah dalam posisi duduk maupun berdiri.
- Posisi yang tiba-tiba berubah. Sebagai contoh, lawan bicara kita sedang menyilangkan salah satu kakinya diatas kaki yang lain, dan ketika mulai menjawab pertanyaan kita, dia merubah posisi kakinya. Orang yang berbohong, sekalipun dia seorang profesional, akan merasakan ketidaknyamanan ketika dia berbohong. Tubuh akan selalu menyesuaikan perasaan kita tanpa kita sadari, jadi posisi yang tiba-tiba berubah ini adalah sinyal yang baik yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong.
- Gerakan-gerakan yang tidak disadari dari tangan dan kaki. Sebagai contoh: menggoyangkan kaki, menggoyangkan tangan diatas meja, kedua tangan direkatkan kuat-kuat, kedua paha saling menekan bersama-sama. Jika lawan bicara kita sedang dalam posisi duduk dan kemudian ia merubah arah telapak kaki ke arah yang lain, itu juga merupakan tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.
- Senyuman yang palsu. Senyuman identik dengan keakraban dan kepercayaan, dan para pembohong seringkali menyalahgunakannya. Jadi bagaimana membedakan senyuman pembohong? Para pembohong biasanya akan tersenyum cukup sering dan tiba-tiba, yang sebetulnya tidak pada tempatnya dia harus tersenyum.
- Terlalu banyak aksi-aksi ’sok akrab’, seperti : menepuk punggung anda, menyentuh anda ataupun mendekatkan posisinya pada anda. Lawan bicara anda akan merasa kikuk ketika berbohong sehingga mereka akan menyembunyikan kekikukannya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut. Akan sangat sulit memutuskan bahwa seseorang sedang berbohong jika dia melakukan tindakan-tindakan yang bersahabat seperti itu. Ini adalah respon manusia yang alamiah. Tetapi tetap perlu diingat, bahwa jika anda merasa bahwa keakraban dari lawan bicara anda sudah berlebihan, berhati-hatilah.
Sumber lain :
1. Menyentuh wajah
Hal yang paling umum saat seseorang berbohong adalah dengan menyentuh wajah mereka. Terutama dua bagian yaitu mata dan hidung. Saat seseorang berbicara dengan menggosok-gosok matanya. Percayalah dia ingin menghindari kontak mata dengan anda. Dan 100% yakinlah bahwa dia sedang berbohong. Kecuali jika memang ruangan penuh debu, bisa jadi mata orang itu memang kemasukan debu.
2. Perubahan suara dan Menjawab terlalu berhati-hati
Ciri-ciri pembohong bisa di dengar dari nada bicaranya, jika sedang meninggi, artinya sebuah dusta sedang diceritakan.Selain itu lihat juga suaranya yang tegang dan jeda antar kalimat berlangsung lama. Itu sudah pasti deh pembohong Hal-hal diatas selain karena tegang mereka juga mengulur-ngulur waktu untuk menyusun jawaban yang rasional. Sehigga selalu menjawab pertanyaan dengan berhati-hati.
3. menggaruk-garuk
Cara paling gampang mendeteksi kebohongan adalah melalui gerakan tangan. Kebanyakan pembohong tidak banyak menggerakkan tangan saat mereka melakukan aksinya. Tapi ada satu yang sering mereka lakukan yaitu menggaruk. Biasanya lima kali saling susul mereka menggaru-garuk tubuhnya.
4. Gerakan kaki
PERHATIKANLAH! saat seseorang yang sedang berdiri, lihatlah saat kaki mereka muali mengetuk ke tanah. Sudah pasti mereka sedang menjadi pembohong. Dan Juga… Saat Pembohong sedang duduk, Maka kemungkinan besar dia akan mengayun-ayunkan kaki mereka.
5. Senyum Terpaksa.
Andaikata teman anda menyeringai maka itu adalah senyum palsu dan menunjukkan sebuah kebohongan. Karena senyum yang sebenarnya saat sebuah senyum merebak ke seluruh wajah dan mengeriputkan mata. Biasanya hal-hal diatas digunakan oleh pengetes wawancara kerja apakah pelamar pekerjaan sedang berbohong ataukah sedang jujur. Atau anda dapat menggunakannya untuk membongkar cara menipu paranormal gadungan.
sumber:
Galilah Potensi Anda!
Di waktu liburan ini, saya mulai iseng lagi baca-baca majalah yang ada dirumah. Kemudian saya tertarik dengan sebuah artikel di majalah Hidayah tentang potensi diri. Berikut artikel tersebut, somoga bermanfaat.
Banyak orang yang menilai dirinya sendiri adalah sosok yang hina: wajah jelek, miskin, dan ada cacat dalam anggotta tubuhnya. Bagi mereka, hidup ini serasa di neraka, hati dan emosinya selalu terbakar kala melihat kelebihan-kelebihan yang ada pada orang lain: wajah ganteng, kaya, dan keluarga terhormat.
Akhirnya, mereka mencaci maki dirinya sendiri bahkan melukai dirinya sendiri dengan benda-benda tajam. Yang lebih menakutkan, bila mereka harus sampai mengatakan: "Tuhan tidak adil", "Tuhan pilih kasih" dan sebagainya. Tuhan dijadikan sebagai bahan pelampiasan kekesalan mereka, seolah Dia telah berbuat keliru dalam menciptakan hamba-hamba-Nya.
Didalam surat Al-Hujarat ayat 13, Allah berfirman, yang artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Bila kita pahami ayat diatas, semestinya manusia itu tidak boleh mengeluh dan menganggap dirinya sendiri adalah sosok yang lemah atau hina. Pantaskah kita menilai orang lain adalah sosok yang hina, sementara Tuhan sendiri menganggap semua hamba-Nya adalah sama.
Wajah tampan atau jelek, kaya atau miskin hanya simbol semata. Manusia hanya dibedakan oleh iman dan takwanya. Kualitas manusia hanya dilihat pada sejauh mana mereka mampu memaksimalkan potensi yang ada pada mereka sendiri. Hal ini lah yang tak pernah kita sadari.
Glenn Van Ekeren pernah menulis, "Semua orang diciptakan dengan kemampuan yang sama untuk menjadi lain daripada yang lain. Walaupun kita tidak diciptakan sama, masing-masing mempunyai kemampuan yang menonjol dibindang tertentu dalam kehidupan kita. Salah satu unsur dasar sukses adalah ahli di bidang Anda."
Betul semua manusia mempunyai potensinya masin-masing; apakah menjadi seorang pengusaha, penulis, aktor/aktris, pemain drama, sastraan, dan sebagainya. Semua potensi ini mempunyai nilai dan mutunya tersendiri, tidak bisa dibeda-bedakan satu sama lain. Kita tidak bisa menilai seorang pengusaha itu lebih baik dibandingkan pemain drama atau sebaliknya. Semua punya tempatnya masing-masing, sejauh mana kita bisa memaksimalkannya.
Hanya saja, banyak diantara kita yang tidak pernah menyadari potensi diri kita sendiri. Kebanyakan diantara kita hanya mengetahuui potensi dari keluarga -padahal belum tentu itulah potensi yang sebenarnya. Misalnya, ayah kita seorang tukang becak, maka kita juga mengatakan kalau potensi kita juga menjadi seorang tukang becak-, bukan berarti profesi tukang becak merupakan pekerjaan yang hina. Hanya saja, kita tidak pernah mau menggali lebih jauh, bahwa ada potensi yang lebih besar lagi dalam diri kita selain sebagai tukang becak, yang tak pernah kita sadari.
Oleh karena itu, "Identifikasikanlah apa yang menghambat Anda menjadi hebat. Lalu berupayalah mengubah kelemahan Anda menjadi kekuatan," ujar Terry Bradshaw. Maksudnya, janganlah pikiran kita sampai terjebak dengan apa yang sudah ada. Ayah kita seorang kuli, maka kita juga akan menjadi kuli -sekali lagi, bukan berarti profesi kuli adalah sesuatu yang hina. Baiknya, ayah kita seorang kuli, maka kelak anaknya harus bisa menjadi seorang yang lebih terhormat- dilihat dari sudut profesionalitas kerja, seperti menjadi penulis, pemain drama dan sebagainya.
Tetapi harus diakui, menemukan potensi diri dan kemudian menggalinya menjadi lebih maksimal sangatlah tidak mudah. Sebab, kita hidup di dunia ini lebih banyak santainya daripada seriusnya, lebih banyak malasnya daripada rajinnya, lebih banyak godaannya daripada mujurnya dan sebagainya.
Hanya saja, seperti pesan Rhoma Irama dalam salah satu syair lagu dangdutnya, "Banyak jalan menuju roma". Artinya, banyak jalan agar potensi kita bisa tergali secara baik. Dengan syarat, potensi itu diiringi dengan sikap disiplin yang baik dari kita.
Menurut Jackson Brown, "Talenta (potensi -red) tanpa disiplin adalah seperti seekor gurita main sepatu roda. Banyak gerakan, tetapi Anda tidak pernah tahu apakah maju, mundur atau kesamping."
Ibarat kata, antara potensi dan disiplin itu seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Sebab, disiplin adalah kunci sukses hidup. Tanpa disiplin, berapa pun besarnya potensi kita, semua akan sia-sia. Tanpa disiplin pula, orang besar bisa jatuh ke kubang kehancuran -dan akhirnya menjadi orang kecil dalam sekejap mata. Hidup disiplin adalah kita telah mengerti fungsi waktu: kapan saatnya bermain, bekerja, beribadah, dan beristirahat.
Mungkin kita sudah akrab dengan sosok Michael Jordan, bintang bola basket; Garth Brooks, bintang musik country; Mark McGwire, raja pencetak baseball; atau Tom Clancy, penulis novel paling laris. Bagaimana mereka bisa menjadi bintang? Mungkin Anda sepakat, karena mereka bisa menemuka potensi yang mereka miliki. Meraka telah komitmen pada profesionalitas kerja. Mereka telah menemuka potensi mereka pada olah raga, menulis dan musik.
"Kalau seseorang memiliki talenta dan tidak menggunakannya, ia gagal. Kalau ia memiliki talenta dan menggunakannya hanya separunya saja, ia separuh gagal. Kalau ia mempunyai talenta dan belajar menggunakan keseluruhannya, ia sukses dengan penuh kemuliaan dan meraih kepuasan serta kemenangan yang tidak banyak dikenal orang," pesan Thomas Wolfe.
Apakah kita bisa menggali potensi itu kemudian menggunakannya? Muakah kita hidup miskin? Inginkah kita sukses? Katakanlah "Kita Bisa". Hindari kita dari hidup miskin, dan katakan kita juga ingin kaya -dalam arti bermanfaat buat orang lain dan tidak menapikan kaya hati. Caranya, komitmen dan hidup disiplin. Semoga Anda bisa melakukannya. Amin.
Hikmah Puasa
HIKMAH PUASA
DALAM TINJAUAN AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN
Manusia merupakan makhluk yang tertinggi derajatnya, oleh karena itu manusia diutus oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sebagai makhluk yang tertinggi yang membedakan antara manusia dengan makhluk Allah yang lain adalah manusia dikaruniai oleh Allah dengan akal sedangkan makhluk Allah yang lain tidak. Dengan akalnya ini manusia berusaha sejauh mungkin untuk mengupas rahasia-rahasia alam karena alam semesta ini diciptakan oleh Allah dan tak akan lepas dari tujuannya untuk memenuhi kebutuhan makhluknya. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam salah satu firman-Nya :
"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini (langit dan bumi) dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka"
(QS. Ali Imran : 191)
Ayat inilah yang membuat orang mulai berpikir untuk mencari hikmah dan manfaat yang terkandung dalam setiap perintah maupun larangan Allah diantaranya adalah hikmah yang tersembunyi dari kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang diperintahkan oleh Allah khusus kepada orang-orang yang beriman. Hal ini seperti disebutkan di dalam firman Allah yaitu :
"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa"
(QS. Al Baqarah : 183)
Sudah barang tentu hikmah puasa tersebut sangat banyak baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan umat (masyarakat) pada umumnya. Diantara hikmah-hikmah tersebut yang terpenting dan mampu dijangkau oleh akal pikiran manusia sampai saat ini antara lain :
a. Memelihara kesehatan jasmani (Badaniyah)
Sudah menjadi kesepakatan para ahli medis, bahwa hampir semua penyakit bersumber pada makanan dan minuman yang mempengaruhi organ-organ pencernaan di dalam perut. Maka sudah sewajarnyalah jika dengan berpuasa organ-organ pencernaan di dalam perut yang selama ini terus bekerja mencerna dan mengolah makanan untuk sementara diistirahatkan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari selama satu bulan.
Dengan berpuasa ini maka ibarat mesin, organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan Insya Allah kita menjadi sehat baik secara jasmani maupun secara rohani. Hal ini memang sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim yaitu :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Berpuasalah maka kamu akan sehat"
(HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)
Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa"
(HR. Ibnu Majah)
Dalam penelitian ilmiah, kebenaran hadis ini terbukti antara lain :
1. Fasten Institute (Lembaga Puasa) di Jerman menggunakan puasa untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat diobati lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah dibidang kedokteran. Metode ini juga dikenal dengan istilah "diet" yang berarti menahan / berpantang untuk makanan-makanan tertentu.
2. Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul "Al Islam wat Tibbul Hadits" menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit diantaranya kencing manis (diabetes), darah tinggi, ginjal, dsb.
3. Dr. Alexis Carel seorang dokter internasional dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.
4. Mac Fadon seorang dokter bangsa Amerika sukses mengobati pasiennya dengan anjuran berpuasa setelah gagal menggunakan obat-obat ilmiah.
b. Membersihkan rohani dari sifat-sifat hewani menuju kepada sifat-sifat malaikat
Hal ini ditandai dengan kemampuan orang berpuasa untuk meninggalkan sifat-sifat hewani seperti makan, minum (di siang hari). Mampu menjaga panca indera dari perbuatan-perbuatan maksiat dan memusatkan pikiran dan perasaan untuk berzikir kepada Allah (Zikrullah). Hal ini merupakan manifestasi (perwujudan) dari sifat-sifat malaikat, sebab malaikat merupakan makhluk yang paling dekat dengan Allah, selalu berzikir kepada Allah, selalu bersih, dan doanya selalu diterima.
Dengan demikian maka wajarlah bagi orang yang berpuasa mendapatkan fasilitas dari Allah yaitu dipersamakan dengan malaikat. Hal ini diperkuat oleh sabda Rasulullah dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Turmudzi yaitu :
"Ada tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, kepala negara yang adil, dan orang yang teraniaya"(HR. Turmudzi).
Juga dalam hadits lain dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘As, Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya orang yang berpuasa diwaktu ia berbuka tersedia doa yang makbul"
(HR. Ibnu Majah)
Disamping itu hikmah yang terpenting dari berpuasa adalah diampuni dosanya oleh Allah SWT sehingga jiwanya menjadi bersih dan akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah SWT. Hal ini diperkuat dengan hadits Nabi yaitu :
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda :
"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan perhitungannya (mengharapkan keridla’an Allah) maka diampunilah dosa-dosanya.
(HR. Bukhari)
Juga dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari yaitu :
Dari Sahl r.a dari Nabi SAW beliau bersabda :
"Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut dengan Rayyan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga dari pintu itu. Tidak seorangpun masuk dari pintu itu selain mereka. (Mereka) dipanggil : Mana orang yang berpuasa ? Lalu mereka berdiri. Setelah mereka itu masuk, pintu segera dikunci, maka tidak seorangpun lagi yang dapat masuk"
(HR. Bukhari)
Dengan demikian maka dapatlah disimpulkan bahwa berpuasa membawa manfaat yang sangat besar bagi manusia baik sebagai makhluk pribadi maupun makhluk sosial. Sehingga setelah seseorang selesai menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan diharapkan ia menjadi bersih dan sehat baik jasmani maupun rohani dan kembali suci bagai bayi yang baru lahir. Amiin.
(Di Sadur dari artikel Fajar Adi Kusumo)
Ramadhan
Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan
Hadits
1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
(Disadur dari artikel muhamad bugi)
Kata Bijak 2
Saya habis baca buku, ternyata ada banyak kata bijaknya. Saya rasa ini bisa jadi pelajaran. Jadi saya coba munculkan disini.
Adalah salah besar orang berteori sebelum mempunyai data. (Sir Arthur Conan Conan Doyle)
Yang penting adalah jangan pernah berhenti bertanya. (Anonim)
Saya berpikir dan terus berpikir selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Sembilan puluh sembilan kali keputusan yang saya buat selalu salah. Baru pada keputusan yang keseratus kalilah saya benar. (Albert Einstein)
Hidup merupakan luapan kesempatan emas untuk melakukan apa saja, tak terkecuali hal yang selama ini tak terbayangkan akan bisa di lakukan. (Albert Einstein)
Resep sukses: setiap kali Anda memulai sesuatu, selesaikan sampai tuntas. (Anonim)
Lebih baik kehilangan sebuah lelucon daripada kehilangan seorang sahabat. (Anonim)
Seorang yang mudah dibohongi merupakan senjata bagi seorang bajingan. (Anonim)
Kekuatan tanpa otak akan tumbang karena beratnya sendiri. (Pepatah Latin)
Kata bijak
Kalimat-kalimat Ini mungkin bisa jadi pelajaran bagi kita. Saya dapat ini dari teman saya. Mudah-mudahan bisa di resapi.
Dengan kewaspadaan
Berikan dirimu sebuah momen kedamaian,
dan engkau akan mengerti betapa bodohnya terburu-buru.
Belajarlah untuk hening,
dan engkau akan mengetahui dirimu telah terlalu banyak bicara.
Jadilah bijak,
dan engkau akan menyadari dirimu telah terlalu keras menghakimi orang lain.
Dengan kewaspadaan dan ketabahan, dengan kesabaran dan pengendalian diri, orang bijaksana membuat dirinya seperti pulau yg tidak dapat ditenggelamkan oleh banjir.
HUT RI ke-63
"Tujuh belas Agustus tahun 45, itu lah hari kemerdekaan kita. . ."
begitulah salah satu syair lagu yang sudah sering kita dengar.
Tidak terasa, sudah 63 tahun kita merdeka. Sejak pertama kali proklamasi di bacakan oleh Ir. Soekarno di rumahnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Saat itulah, saat untuk bangsa Indonesia bangkit dan mulai membangun kembali negara Indonesia yang sebelumnya selama 350 tahun kita di jajah.
Sekarang, sudah lewat 63 tahun sejak saat itu dan kita sudah dapat melihat perubahan yang terjadi di berbagai aspek. Semoga di umur yang ke 63 ini, negara kita tercinta ini, negara Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju, lebih sejahtera, lebih aman dan bebas dari segala ancaman yang datang dari luar negeri maupun dalam negeri sendiri. Semoga tidak ada lagi orang yang kelaparan di negara ini, semoga tidak ada lagi koruptor-koruptor yang mencuri uang rakyat dan merugikan negara itu. Amin.
Posted by


