Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts
0

Cara Mudah Simpan Video dari Youtube ( Windows)

Kamu hobi melihat video yang disediakan oleh YouTube? Jika menemukan video yang menarik, kemungkinan besar kamu akan ingin menyimpannya. Tetapi bagaimana caranya video YouTube tersebut dapat disimpan? Jika kamu melakukan googling dengan kata kunci“youtube downloader”, maka akan ditemukan banyak sekali software yang dapat digunakan melakukan download video dari YouTube. Namun berdasarkan pengalaman
saya, relatif sedikit dari software-software tersebut yang benar-benar ampuh untuk melakukan download video dari YouTube.


Nah, sebenarnya tersedia trik yang dapat digunakan untuk menyimpan video dari YouTube
tanpa harus menggunakan downloader. Cukup menggunakan browser saja. Daripada pusing-pusing
mencari software untuk download video dari YouTube, tidak ada salahnya trik berikut ini dicoba.

Menggunakan IE
Buka URL video yang hendak disimpan dan putar videonya hingga penuh. Buka Temporary
Internet files (umumnya ada di \Documents and Settings\[user]\Local Settings\Temporary Internet
Files) dengan Windows Explorer. Cari file yang namanya diawali dengan getvideo?video_id=xxx
dengan nilai xxx adalah sama dengan identitas video yang dinyatakan di alamat URL (misalnya
http://www.youtube.com/watch?v=xxx). Agar mudah ditemukan, urutkan berdasarkan tanggal
modifikasi. Jika diurutkan secara ascending, file tersebut akan terletak di bagian bawah Windows
Explorer. Copy file tersebut ke direktori lain. Setelah dipaste, kemungkinan besar namanya akan
menjadi getvideo[1]. Ubah nama file tersebut dan berilah akhiran .flv. Putar dengan FLV Player favorit
Anda.

Menggunakan Firefox
Jika Anda menggunakan Firefox, triknya sedikit lebih rumit karena file temporary yang
digunakan untuk menyimpan video tidak memiliki nama dengan pola tertentu. Namun tidak ada
salahnya dicoba.
Buka URL video yang hendak disimpan dan putar videonya hingga penuh. Ketikkan
about:cache pada bagian address Firefox. Pada bagian Disk Cache Device, klik List Cache Entries.
Catat direktori Cachenya, misalnya \Documents and Settings\[user]\Local Settings\Application
Data\Mozilla\Firefox\Profiles\ctz4tpy9.default\Cache. Buka folder tersebut dengan Windows Explorer
dan urutkan berdasarkan tanggal modifikasi. Cari file yang Anda “curigai” sebagai file video, dilihat
dari ukurannya yang mencapai ribuan bahkan puluhan ribu KB. Jika tanggal modifikasi diurutkan
secara ascending, file tersebut akan terletak di bagian bawah Windows Explorer. Ubah nama file
tersebut dan berilah akhiran .flv.Putar dengan FLV Player favorit Anda.

Menggunakan Opera
Penggunaan Opera untuk mendownload YouTube hampir sama dengan Firefox, hanya saja
Anda tidak perlu membuka about:cache untuk melihat di mana file temporary tersimpan. Untuk
Opera, file temporary ada di \Program Files\Opera\profile\cache4.

Bagaimana untuk linux? Silahkan klik disini

Selamat mencoba....

Baca Selengkapnya......
0

Perbedaan Sistem Operasi Windows dan Linux

Hallo..
Sekarang saya mau sedikit membahas tentang bedanya Windows dah Linux. Ada banyak persamaan dan ada pula banyak perbedaan antara Linux dan Windows. Saya membahas perbedaan antara Windows dan Linux, masing-masing tentunya memiliki nilai plus minus, silakan dibandingkan sendiri.


User Interface
Di Windows, Anda tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 Anda hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Anda sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena Anda bisa berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan.

Di Linux, Anda bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat Anda sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja Anda. Sebagai misal, pada komputer yang lambat Anda bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox.

Atau jika Anda menyukai gaya Mac, Anda bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika Anda terbiasa di Windows dan memiliki komputer yang cukup cepat, Anda bisa memilih desktop KDE.

Dengan KDE, Anda masih bisa memilih untuk menggunakan gaya Windows XP ataupun Windows Vista. Pilihan dan variasinya sangat banyak di Linux, Anda bisa mengatur sesuai dengan favorit Anda.

Sekuriti dan Virus
Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering Anda temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Karena terlalu banyaknya masalah keamanan di Windows, bukan tidak mengherankan jika kemudian justru muncul olokan untuk nama Windows Vista, yang dipanjangkan menjadi VIrus, Spyware, Trojan dan Adware.

Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyak virus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar.
Sekalipun tidak sepenting di Windows, Anda tetap bisa menemukan program-program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot.

Spyware
Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan data Anda ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing.
Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu kredit, dan tindakan negatif lainnya.Tidak banyak program spyware yang menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus.

Instalasi dan Kelengkapan Program
Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin Anda hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.

Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux didistribusikan dengan banyak program didalamnya (itu sebabnya dikenal istilah distro – dari kata distribusi – Linux). Setelah diinstal, Anda akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program. Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.

Dengan waktu instalasi yang hampir sama, Anda bukan hanya mendapatkan suatu sistem operasi tetapi juga semua program yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari di Linux.

Konfigurasi Sistem
Windows dikenal kemudahan dalam pemakaiannya, karena hampir semua hal bisa dilakukan dengan sistem point n’ click yang sudah berbasis grafis,

Di Linux, Anda mungkin sering mendengar perlunya mempelajari perintah-perintah secara manual di command line. Sebagian berita ini benar, tetapi belakangan Linux sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga hampir semua hal juga bisa anda lakukan sama mudahnya seperti di Windows.

Hardware Support
Di Windows, biasanya Anda tidak pernah mendengar masalah hardwre, karena hampir semua hardware yang ada sudah menyertakan drivernya. Berbeda dengan di Linux dimana Anda mungkin sering mendengar suatu hardware tidak bekerja di Linux. Hal ini terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.

Menangani Crash
Linux secara umum terlihat sebagai sistem operasi yang stabil. Dan jika Anda membandingkan Linux dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Untuk Windows XP – jika Anda mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik – juga akan cukup stabil.

Dan seperti halnya dengan Windows, suatu saat Anda juga akan menemui masalah di Linux. Sekalipun jarang, tetapi program yang crash atau hang bisa saja terjadi. Ini adalah suatu fakta dari kehidupan di dunia komputer.

Sekalipun demikian ada beberapa perbedaan di Windows dan Linux. Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan Anda dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah.

Dan jika sistem grafis yang terkunci, Anda bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Anda juga mempunyai pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti Anda tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.

Partisi Harddisk
Linux tidak mengenal penamaan drive C: untuk suatu partisi. Semua drive disatukan dalam suatu sistem penyimpanan yang besar. Folder /mnt merupakan tempat untuk Anda mengakses semua media yang ada di komputer, baik partisi lain, CD-ROM, Floppy, ataupun FlashDisk.

Belakangan KDE telah mempermudah akses ke media dengan menyediakan sistem Storage Media yang dapat diakses melalui My Computer ataupun file manager Konqueror.

Penamaan File
Linux menggunakan “/” untuk memisahkan folder dan bukannya “” yang biasa digunakan DOS/Windows. Linux bersifat case-sensitive, ini berarti file “Hello.txt” berbeda dengan file “hello.txt”. Linux juga tidak terlalu memperhatikan ekstensi file. Jika Anda mengubah nama file “Hello.txt” menjadi “Hello”, Linux masih tetap mengetahui bahwa file ini adalah suatu teks. Dan ketika Anda mengklik file “Hello”, Linux secara otomatis tetap akan membuka program editor teks.

Kemudahan dan Keamanan
Anda mungkin sudah mengetahui, bahwa sebagai user biasa (bukan Root) Anda tidak bisa menulis file di sembarang folder. User biasa hanya memiliki akses tulis di folder home mereka. Sebagai user biasa, Anda tidak akan bisa mengubah bagian penting dari sistem Linux. Ini memang terkesan terlalu membatasi dan merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih aman, karena hanya orang tertentu yang mempunyai akses Root saja yang bisa menyentuh sistem. Bahkan viruspun tidak bisa dengan mudah menyentuh sistem Linux. Itu sebabnya Anda tidak banyak mendengar adanya virus di Linux.

Hal ini berbeda jauh dengan Windows yang sangat rentan dengan virus. Ini terjadi karena user biasa di Windows juga sekaligus mempunyai hak sebagai administrator. Kebanyakan pemakai Windows tidak mengetahui hal ini, sehingga sistem mereka sangat rentan dengan serangan virus. Windows Vista sekarang telah mengadopsi sistem sekuriti Linux ini.

Defrag
Di Windows, Anda mungkin sering menemui masalah menurunnya kecepatan Windows. Salah satu penyebab biasanya adalah file-file di harddisk yang sudah tidak tersusun rapi lagi. itu sebabnya Anda disarankan untuk menggunakan program Defrag.

Di Linux Anda tidak akan menemukan program untuk men-defrag harddisk. Anda tidak perlu melakukan defragment di harddisk Linux! Sistem file Linux yang menangani semuanya ini secara otomatis. Namun jika harddisk Anda sudah terisi sampai 99% Anda akan mendapatkan masalah kecepatan. Pastikan Anda memiliki cukup ruang supaya Linux menangani sistemnya dan Anda tidak akan pernah mendapatkan masalah deframentasi.

Sistem File
Windows mempunyai dua sistem file. FAT (dari DOS dan Windows 9x) dan NTFS (dari Windows NT/2000/XP). Anda bisa membaca dan bahkan menyimpan file di sistem FAT dan NTFS milik Windows. Hal ini tidak berlaku sebaliknya, Windows tidak akan bisa membaca atau menyimpan file di sistem Linux.

Seperti halnya Windows, Linux memiliki beberapa macam file sistem, diantaranya ReiserFS atau Ext3. Sistem ini dalam beberapa hal lebih bagus dari FAT atau NTFS milik Windows karena mengimplementasikan suatu tehnik yang disebut journaling. Jurnal ini menyimpan catatan tentang sistem file. Saat sistem Linux crash, kegiatan jurnal akan diselesaikan setelah proses reboot dan semua file di harddisk akan tetap berjalan lancar.

3D Desktop
Teknologi yang nampaknya akan dihadirkan di sistem operasi terbaru adalah 3D Desktop. Windows mengawalinya di Windows Vista dengan menyediakan fitur 3D Flip. tidak lama kemudian Linux menyediakan fitur 3D Desktop yang jauh lebih lengkap, seperti 3D Flip, 3D Cube, 3D Ring, dll.

Di Vista, fitur 3D kurang populer karena membutuhkan spesifikasi komputer yang tinggi. Berbeda jauh dengan Linux yang mampu menjalankan fitur 3D Desktop pada komputer dengan spesifikasi yang sangat rendah. Linux yang dari awal terkenal di sisi server, sekarang sudah menunjukkan kebolehannya di sisi dekstop dengan mengungguli Windows dalam hal 3D Desktop.

Mungkin itu saja yang saya dapat dari yang saya pelajari. Semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya......
0

History of C and C++ Programming Language

Hello everyone. How are you?
There may be different from my post today. Yes, I want to try using english. Now I want to discuss history about one of the popular programming languages, ie languages C and C + +.

During the 60s, while computers were still in an early stage of development, many new
programming languages appeared. Among them, ALGOL 60, was developed as an alternative
to FORTRAN but taking from it some concepts of structured programming which would later
inspire most procedural languages, such as CPL and its succesors (like C++). ALGOL 68 also
influenced directly in the development of data types in C. Nevertheless ALGOL was an
unspecific language and its abstraction made it little practical to solve most commercial tasks.

In 1963 the CPL (Combined Programming language) appeared with the idea of being more
specific for concrete programming tasks of that time than ALGOL or FORTRAN. Nevertheless
this same specificity made it a big language and, therefore, difficult to learn and implement.

In 1967, Martin Richards developed the BCPL (Basic Combined Programming Language), that
signified a simplification of CPL but kept the most important features the language offered.
Although it continued being an abstract and somewhat large language.

In 1970, Ken Thompson, immersed in the development of UNIX at Bell Labs, created the B
language. It was a port of BCPL for a specific machine and system (DEC PDP-7 and UNIX),
and was adapted to his particular taste and necessities. The final result was an even greater
simplification of CPL, although dependent on the system. It had great limitations like it did not
compile to executable code but threaded-code, which generates slower code in execution, and
therefore was inadequate for the development of an operating system. Reason why from 1971,
Denis Ritchie, from the Bell Labs team, began the development of a B compiler which, among
other things, was able to generate executable code directly. This "New B", finally called C,
introduced in addition, some other new concepts to the language like data types (char).

In 1973, Denis Ritchie, had developed the bases of C. The inclusion of types, its handling, as
well as the improvement of arrays and pointers, along with later demonstrated capacity of
portability without becoming a high-level language, contributed to the expansion of the C
language. It was established with the book "The C Programming Language" by Brian
Kernighan and Denis Ritchie, known as the White Book, and that served as de facto standard
until the publication of formal ANSI standard (ANSI X3J11 committee) in 1989.

In 1980, Bjarne Stroustrup, from Bell labs, began the development of the C++ language, that
would receive formally this name at the end of 1983, when its first manual was going to be
published. In October 1985, the first commercial release of the language appeared as well as
the first edition of the book "The C++ Programming Language" by Bjarne Stroustrup.

During the 80s the C++ language was being refined until it became a language with its own
personality. All that with very few losses of compatibility with the code with C, and without
resigning to its most important characteristics. In fact, the ANSI standard for the C language
published in 1989 took good part of the contributions of C++ to structured programming.

From 1990 on, ANSI committee X3J16 began the development of a specific standard for C++.
In the period elapsed until the publication of the standard in 1998, C++ lived a great expansion
in its use and today is the preferred language to develop professional applications on all
platforms.

Baca Selengkapnya......
0

Mikrokontroller

halo kawan, apa kabarnya? Sehat kan? Alhamdulillah. Sudah lama saya tidak posting, maklum lagi ga ada uang buat beli pulsa internet :P.
anyway, ga terasa ya kita sudah di penghujung tahun. waktu terasa begitu cepat berlalu, besok sudah tahun baru. mungkin masih banyak rencana kita di tahun ini yang belum terlaksana. tapi yang pasti banyak suka dukanya pada tahun ini. seperti saya, mungkin lebih banyak dukanya daripada sukanya. kenapa begitu? pertama, tahun ini nilai akhir saya turun drastis, lalu di putusin pula. malangnya... :P
tapi gpp, tahun depan kita harus lebih baik lagi dari tahun ini. yang penting tetap semangat. hehehe.

Kali ini saya mau sedikit cerita mengenai Mikrokontroller. Ini salah satu dari materi kuliah saya. Apa itu mikrokontroller?

Adalah suatu kontroler digunakan untuk mengontrol suatu proses atau aspek-aspek
dari lingkungan. Satu contoh aplikasi dari mikrokontroler adalah untuk memonitor
rumah kita. Ketika suhu naik kontroler membuka jendela dan sebaliknya.
Pada masanya, kontroler dibangun dari komponen-komponen logika secara
keseluruhan, sehingga menjadikannya besar dan berat. Setelah itu barulah
dipergunakan mikrokprosesor sehingga keseluruhan kontroler masuk kedalam PCB
yang cukup kecil. Hingga saat ini masih sering kita lihat kontroler yang dikendalikan
oleh mikroprosesor biasa (Zilog Z80, Intel 8088, Motorola 6809, dsb).
Proses pengecilan komponen terus berlangsung, semua komponen yang
diperlukan guna membangun suatu kontroler dapat dikemas dalam satu keping. Maka
lahirlah komputer keping tunggal (one chip microcomputer) atau disebut juga
mikrokontroler. Mikrokontrolere adalah suatu IC dengan kepadatan yang sangat
tinggi, dimana semua bagian yang diperlukan untuk suatu kontroler sudah dikemas
dalam satu keping, biasanya terdiri dari:
1. CPU (Central Processing Unit)
2. RAM (Random Access Memory)
3. EEPROM/EPROM/PROM/ROM
4. I/O, Serial & Parallel
5. Timer
6. Interupt Controller
Rata-rata mikrokontroler memiliki instruksi manipulasi bit, akses ke I/O
secara langsung dan mudah, dan proses interupt yang cepat dan efisien. Dengan
kata lain mikrokontroler adalah " Solusi satu Chip" yang secara drastis mengurangi
jumlah komponen dan biaya disain (harga relatif rendah).

Mungkin ini dulu yang bisa saya posting. Sekedar mengenalkan apa itu mikrokontroller. Laen waktu saya akan lebih banyak menbahas tentang ini. Semoga bermanfaat..

NB: Januari awal saya ujian akhir, doakan supaya berhasil ya.. :)

Baca Selengkapnya......
0

Apa itu Komputer?

Sekarang saya mau coba bahas tentang teknologi, yaitu komputer. Mungkin sudah banyak yang tahu, tapi semoga ini bisa nambah pengetahuan yang sudah tahu menjadi lebih tahu.

Teknologi pada zaman sekarang sudah berkembang dengan pesat. Berbagai bidang telah di masuki oleh kemajuan teknologi, mulai dari bidang kedokteran, pertanian, industri dan sebagainya. Para ilmuwan menciptakan sesuatu yang baru untuk mendukung kegiatan di bidang tersebut. Salah satu teknologi yang paling kita kenal sekarang adalah komputer.

Komputer adalah sebuah alat elektronik yang dapat menerima input data, mengolah data, dan memberikan informasi. Komputer menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer yang dapat menyimpan program dan hasil pengolahan dan bekerja secara otomatis.

Agar komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk sistem komputer. Sistem adalah jaringan daripada elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk suatu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut. Tujuan dari sistem komputer adalah mengolah data untuk dapat menghasilkan informasi elemen-elemen yang mendukung tujuan pokok tersebut adalah Software, Hardware, dan Brainware.

Software (perangkat lunak) adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melaksanakan pengolahan data. Hardware (perangkat keras) adalah peralatan di sistem komputer yang secara fisik terlihat dan dapat dijamah. Brainware (manusia / pemakai) adalah yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.


Baca Selengkapnya......
Back to Top